Berqurban Bukti Cinta Kepada Allah

Oleh: Ustadz H Udin Zaenuddin, MA.

Ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa berqur’ban cukup dilakukan sekali dalam seumur hidup, dan hanya untuk kalangan menengah ke atas atau orang kaya saja, ada semacam perasaan bebas bilamana sudah pernah berqur’ban, lalu tidak ada keinginan untuk mengulangi lagi pada tahun berikutnya, padahal sebenarnya mampu untuk mengulangnya, tentu saja anggapan tersebut sangatlah keliru. Karena Qur’ban adalah salah satu bentuk ibadah untuk mentaqarubkan diri kepada Allah SWT. Lalu pertanyaanya adalah, apakah cukup taqarub kepadaNya hanya dilakukan sekali, dalam sepanjang hidup kita?… jawabanya tentu tidak. Yang benar adalah, qur’ban merupakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang dilakukan setiap tahun. Dan setiap muslim harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghidupkan sunnah nabi Ibrahim tersebut.

Suasana di Muzdalifah, Malam Idul Adha

Suasana di Muzdalifah, Malam Idul Adha

Cinta butuh pengorbanan

Kata anak-anak ABG, konon semakin banyak pengorbanan, menunjukan semakin dalam cinta seseorang. Ungkapan ini tentu tidak menjadi dasar landasan, namun kalau kita cermati ungkapan ini ada betulnya juga, bahwa cinta memang membutuhkan pengorbanan. Misalnya cinta kita terhadap anak dan isteri membuat kita rela mengorbankan apa saja yang kita miliki, baik harta, waktu, bahkan jiwa ini. Apalagi cinta kita kepada Allah SWT, harus kita buktikan dengan pengorbanan melebihi pengorbanan kita kepada anak dan isteri kita. Sebagaimana telah di contohkan oleh bapaknya para Nabi yaitu Ibrahim Alaihi-salam, Beliau telah membuktikan pengabdian dan pengorbananya kepada Allah SWT, sebagaimana yang tergambar dalam firman Allah dalam surat as-shafat ayat 102 yang artinya:

 “ Maka ketika anak itu sampai ( pada umur ) sanggup berusaha bersamanya, ( Ibrahim ) berkata, wahai anakku! sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu! Dia (ismail) menjawab “wahai ayahku ! lakukanlah apa yang diperintahkan ( Allah ) kepadamu insya Allah engkau mendapatiku termasuk orang yang sabar.”     

Dalam ayat ini jelas sekali kuwalitas pengorbanan Nabi Ibrahim sangatlah luar biasa, Beliau mampu mengorbankan anak semata wayang, yang begitu ia cintainya dan yang ia tunggu-tunggu bertahun-tahun lamanya, namun ketika anaknya mencapai usia baligh Beliau diperintahkan untuk menyembelihnya, dan pada waktu itu beliau mampu melaksanakan perintah Allah tersebut. Bapak yang mana yang tidak mencintai anaknya? Bapak yang mana yang tega menyembelih anak kesayangannya? Tentu tidak ada didunia ini, yang berani melakukan seperti apa yang dilakukan oleh nabi Ibrahim, kecuali orang yang didalam hatinya tertanam keimanan yang kokoh pada Sang Khaliq.

Suasana di Mina, hari ke-10 Zulhijjah

Suasana di Mina, hari ke-10 Zulhijjah

Buktikanlah Cintamu..

Saudaraku… marilah sejenak kita merenung, apa saja yang telah kita lakukan atau kita korbankan untuk pengabdian dan penghambaan kita, kepada Allah SWT…

Apakah waktu kita, telah kita persembahkan untuk Allah ? Ternyata waktu kita masih banyak kita pergunakan untuk kepentingan dunia kita, anak-anak kita, istri-istri kita,bahkan hura-hura. Sedangkan untuk Allah hanya sisa-sisa saja, waktu sholat kita ternyata waktu sisa kerja, maka sholatnya pun tidak khusu, waktu dzikir juga sisa waktu keluarga, maka dzikir pun menjadi hampa, waktu untuk dakwah juga sisa waktu hura-hura, maka dakwah pun tidak bermkna….

Saudaraku…… Apakah harta kita, telah kita persembahkan untuk Allah? Ternyata kita masih terlalu pelit untuk berzakat, kita masih sayang untuk berinfaq, masih enggan untuk berbagi, masih susah untuk berqur’ban. Bahkan kita lebih senang dan bangga menggunakan harta untuk membeli rumah baru, apartemen, mobil mewah, sawah, bahkan untuk hura-hura… naudzubillah

Saudaraku… Bilamana demikian yang terjadi, betapa ruginya hidup kita, terlalu singkat hidup ini bilamana hanya dihabiskan tanpa ada makna untuk berbagi dengan sesama, oleh sebab itu marilah kita kembali kepada Allah, yang telah begitu banyak memberikan nikmat-nikmatnya kepada kita, malulah kepadaNya yang telah memberikan kesehatan, harta, kesempatan dll. Kemabalilah kepadanya selagi ada waktu.

Saudaraku… Mari kita buktikan cinta kita kepada Allah dengan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang membutuhkan, orang-orang yang lemah, senyumu sangat dinanti, uluran tanganmu sangat diharapkan.

Saudaraku… Mari kita berkorban dengan ber-qur’ban, berbagi dengan sesama, helaian bulu binatang yang kita qur’bankan akan menjadi kebaikan dan menjadi saksi taqarub kita kelak di akhirat, begitulah kata Baginda Rasulullah.

Jazakallah, semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita.

Memilih Hewan Qurban Yang Terbaik Sesuai Dengan Kemampuan

Memilih Hewan Qurban Yang Terbaik Sesuai Dengan Kemampuan

Berqurban Mengikuti Sunnah Rasulullah

Berqurban Mengikuti Sunnah Rasulullah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s