Faidah dan Keutamaan Haji Umrah

Masjidil Haram

Ka’bah Al-Musyarrafah

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27)

Haji, muktamar terbesar umat manusia yang terjadi setiap tahun sekali, dilaksanakan oleh umat islam atas seruan Allah SWT. Kaum muslimin berdatangan dari berbagi penjuru dunia, menggunakan pakaian yang sama (pakaian ihram), mengucapkan kalimat yang sama, dan menghadap ke arah yang sama, sungguh peristiwa yang agung, semuanya hanya karena yang Satu, karena Allah dan untuk Allah. Dan dengan karenanya, haji memiliki keutamaan yang besar, dan berikut beberapa keutamaan ibadah haji dan umrah:

 

Ibadah Haji Merupakan Salah Satu Ibadah yang Paling Utama

Berdasarkan hadits Rasulullah saw. :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: سُئِلَرَسُوْلُ الله : أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: إِيْمَانٌ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ، قِيْلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ قِيْلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: حَجٌّ مَبْرُوْرٌ

“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditanya: ‘Amal ibadah apakah yang paling utama?’ Beliau bersabda: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Jihad dijalan Allah’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Haji yang mabrur.’”( HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih at-Targhiib wat Tarhiib oleh al-Albani 3/3 hadits No. 1093. )

 

Ibadah Haji Merupakan Penghapus Dosa

Berdasarkan hadits Rasulullah saw. :

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْيَفْسُقْ رَجَعَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan jima’ dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya.” ( HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi )

 

Balasan Bagi Haji Mabrur Surga

Berdasarkan sabda Nabi saw. :

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرِةِكَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَ الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ  لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌإِلاَّ الْجَنَّةَ

“Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (peng-hapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga.” ( HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah).
Dan dari Jabir bin ‘Abdillah dari Nabi saw., beliau bersabda:

الْحَجَّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُجَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ ، قِيْلَ : وَمَا بِرُّهُ؟ قَالَ: إِطْعَامُ الطَّعَامِوَ طِيْبُ الْكَلاَمِ

“Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga. Dikatakan (kepada beliau): ‘Apakah bentuk bakti dalam haji itu?’ Beliau ber-kata: ‘Memberi makanan dan berbicara yang baik.’”( HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim.)

hari tasyriq

Hari Tasyriq di Mina

Haji Merupakan Jihad Bagi Wanita dan Setiap Orang Yang Lemah

Berdasarkan hadits Nabi saw.:

عَنْ عَائِشَةَ  قَالَتْ ، قُلْتُ: يَارَسُوْلَ الله نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ اْلأَعْمَالِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ ؟فَقَالَ: لَكُنَّ أَفْضَلُ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُوْرٌ

“Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha,, ia berkata, aku bertutur: ‘Ya Rasulullah kami melihat bahwasanya berjihad adalah amal ibadah yang paling utama, apakah kami (para wanita, -pent) tidak berjihad? Maka beliau bersabda: ‘Bagi kalian (kaum wanita,-Pent), jihad yang paling utama adalah haji mabrur'” .
Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, ‘Aisyah d berkata:

قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ هَلْ عَلَىالنِّسَاءِ مِنْ جِهَادٍ؟ قَالَ: عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيْهِ الْحَجُّوَالْعُمْرَةُ

“Aku bertutur: ‘Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’ Beliau berkata: ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.'” (Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099).

Dan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda:

جِهَادُ الْكَبِيْرِ وَالضَّعِيْفِوَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

“Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.”

 

Orang Yang Melaksanakan Haji dan Umrah adalah Tamu Allah, dan Permohonan Mereka Dikabulkan

Berdasarkan hadits ‘Abdullah Ibnu ‘Umar Radhiallaahu anhu , Nabi saw. bersabda:

الْغَازِي فِي سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّوَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ وَسَأَلُوْهُفَأَعْطَاهُمْ

“Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.”

 

Keutamaan Perjalanan Haji atau Umrah Lainnya

  • Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallaahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

مَاتَرْفَعُ إِبِلُ الْحَجِّ رِجْلاً ،وَلاَ يَدًا إِلاَّ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً أَوْ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً

“Tidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki(nya) dan tidak pula meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau meng-angkatnya datu derajat.”

  • Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

مَنْ خَرَجَ حَاجًّا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُأَجْرُ الْحاَجِّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ خَرَجَ مُعْتَمِرًا فَمَاتَكُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْمُعْتَمِرِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ خَرَجَغَازِيًا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْغَازِى إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa keluar dalam melaksana-kan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari Kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari Kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari Kiamat.”

ayyamut Tasyriq

Jamarat

  • Dari ‘Abdullah Ibnu ‘Abbas Radhiallaahu anhu, ia berkata:

بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ مَعَ رَسُوْلِاللهِ ; بِعَرَفَةَ إِذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَأَقْعَصَتْهُ فَقَالَ رَسُوْلُاللهِ ; ( اغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوْهُ بِثَوْبَيْهِ وَلاَتُخَمِّرُوْا رَأْسَهُ وَلاَ تُحَنِّطُوْهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِمَلَبِّيًا )

“Tatkala seseorang sedang wukuf bersama Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dipadang ‘Arafah, tiba-tiba ia dijatuhkan oleh binatang (unta) yang dikendarainya dan mematahkan lehernya, maka Rasu-lullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‘Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dia dengan dua helai (kain) ihramnya dan jangan kalian menutup kepalanya serta jangan pula kalian beri wangi-wangian padanya, karena sesungguh-nya dia akan dibangkitkan dihari Kiamat dalam keadaan mengucapkan talbiyah.'”

 

Wallahu A’lam Bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s